Juli 29, 2009

PENETRASI IBLIS KEPADA PEMIMPIN DAN PENGUASA (1), Diterjemahkan dari Kitab Talbisu Iblis - 3

Keempat, mendorong agar para pemimpin dan penguasa mengangkat orang-orang yang tidak memiliki kompetensi keilmuan dan katakwaan asalkan taat pada dirinya sebagai pembantu-pembantu dalam menjalankan kekuasaan dan kebijakannya. Akibatnya urusan publik dijalankan oleh orang-orang yang tidak becus. Kondisi itu menyebabkan rakyat menjadi marah. Salah satu bentuk kemarahan rakyat terhadap pemimpinnya yang dipandang salah dalam mengelola kepentingan umum diwujudkan dalam bentuk pembangkangan diam-diam. Antara lain dengan cara memanjatkan doa sebagai orang-orang yang teraniaya.

Dapat dipastikan, para petugas yang tidak memiliki kompetensi keilmuan dan katakwaan akan sembrono dalam melaksanakan tugasnya. Misalnya, memberi makanan haram dari hasil jual beli yang melanggar syariat dan menghukum orang yang tidak sepatutnya dihukum. Celakanya, para pemimpin dan penguasa yang terpenetrasi oleh tipu daya Iblis beranggapan bahwa dirinya akan terlepas dari tanggungjawab di hadapan Allah atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pembantunya yang tidak berkompeten. Alasan yang dijadian pegangan ialah karena mereka secara formal telah resmi diangkat sebagai petugas dengan satu keyakinan bahwa para petugas itu akan bertangungjawab sendiri atas perbuatannya. Jelas, pandangan ini sangat keliru. Bukankah jika seoraang pemimpin dan penguasa melantik orang fasik untuk membagikan zakat, lalu zakat itu diselewengkannya dari jalan yang banar, mereka akan tetap dimintai pertanggungjawaban dan harus menggantinya?