Ketujuh, Iblis terus memperindah perbuatan para pemimpin dan penguasa supaya selalu bermewah-mewah dalam kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa. Jalan pikiran mereka telah dipenetrasi sedemikian rupa melalui berbagai bisikan berupa asumsi-asumsi. Mereka menganggap kemampuan mereka dalam menciptakan kestabilan, keamanan, dan ketenteraman dapat mencegah mereka dari kemungkinan ditimpa azab dan siksa di akhirat.
Sehubungan dengan anggapan tersebut harus ditegaskan di sinia bahwa menjaga keselamatan dan keamanan negara memang salah satu tugas utama pemimpin dan penguasa. Dengan kata lain, untuk itulah seseorang diangkat sebagai pemimpin dan karena itu menjadi tugas yang diwajibkan kepada mereka. Adapun perilaku kemkasiatan yang bergemerlapan itu adalah persoalan lain, yaitu perbuatan yang dilarang agama. Oleh karena itu mereka tidak bisa berharap akan terbebas dari siksa dan pembalasan atas kemaksiatan yang dilakukannya meskipun faktanya mereka mampu menjaga keselamatan dan keamanan negara.
Kedelapan, Iblis membelit para pemimpin dan penguasa dengan melakukan penetrasi dengan cara memperindah asumsi-asumsi hingga ke tingkat mengkristalkan anggapan bahwa mereka telah melaksanakan tugas dan kewajiban yang secara kasat mata baik dan bagus. Meskipun jika mereka mau merenunginya lebih dalam terhadap semua perbuatan yang mereka lakukan, niscaya mereka sendiri mendapati banyak sekali penyelewengan. Al-Qasim bin Thalhah bin Muhammad menceriterakan, ”Aku temui Wazir Ali bin Isa sedang mempekerjakan seorang lelaki untuk berkeliling di pasar, khususnya untuk memperhatikan penjual buah anggur. Jika ada orang yang membeli satu bakul anggur yang bisa dibuat arak, ia tidak diganggunya. Akan tetapi jika ada yang membeli dua bakul anggur, di atas anggur itu ditaburi garam supaya tidak dapat dibikin arak. Dia menceriterakan pula bahwa di zaman itu dirinya mendapati para sultan yang melarang ahli nujum duduk di tengah jalan supaya perbuatan menujum tidak tersebar. Dia juga melihat dalam barisan tentara tidak ada seorang pun yang menyimpan anak ”amrad” yang cakep atau berrambut sampai dimulainya pemerintahan kaum ajam.
Browse » Home » » PENETRASI IBLIS KEPADA PEMIMPIN DAN PENGUASA (1), Diterjemahkan dari Kitab Talbisu Iblis - 6